Catatan Murid Dahlan

Beranda » Yang Ringan Yang Lucu » Belajar ke Manca Negara

Belajar ke Manca Negara

intartosaja@gmail.com

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya

 

Mulai tahun 80-an, Dahlan Iskan mewajibkan semua karyawan Jawa Pos jalan-jalan ke luar negeri. Ketentuan itu wajib diikuti oleh semua office boy, security, pemasaran, ekspesi, wartawan, hingga direksi. Mereka diberangkatkan perusahaan secara bergiliran.

 

Selama menjadi karyawan, saya mendapat giliran jalan-jalan wajib sebanyak tiga kali. Pertama ke Hong Kong tahun 1992. Kedua ke Eropa tahun 1995. Ketiga ke Hong Kong lagi tahun 2003. Keinginan melihat Australia belum kesampaian, karena setiap mengambil undian, kupon Australia selalu tidak saya dapatkan.

 

Karyawan lama seperti office boy, satpam dan sopir ekspedisi saat saya masuk Jawa Pos begitu bangga kalau bercerita pengalamannya jalan-jalan ke luar negeri. Singapura, Hong Kong dan Australia, adalah tiga negara yang menjadi tujuan wisata mereka.

 

Benarkah mereka wisata? Menurut karyawan, mereka berwisata. Tapi menurut Dahlan Iskan tidak sepenuhnya benar. “Mereka kita ajak ke luar negeri agar belajar,” kata Dahlan.

 

“Security Jawa Pos biar belajar bagaimana security Hong Kong bekerja. Office boy Jawa Pos belajar bagaimana office boy Singapura menjaga kebersihan toilet. Sopir ekspedisi juga biar belajar mengapa orang di luar negeri begitu disiplin dan taat rambu lalu lintas,” jelas Dahlan.

 

Sepulang dari jalan-jalan, Dahlan meminta karyawan untuk menceritakan pengalaman yang sesuai bidang pekerjaannya. Setelah bercerita, karyawan itu diminta menjelaskan apa yang akan dia lakukan meniru pengalamannya di Singapura, Hong Kong dan Australia.

 

Tahun 2012, ide jalan-jalan ala Dahlan ini saya ikuti. Sebanyak 17 karyawan yang sudah bekerja dua tahun, tanpa memandang level, saya berangkatkan ke Singapura.  Selain sebagai ucapan terima kasih, juga agar mereka bisa menambah wawasan melihat-lihat negara maju.

 

Jalan-jalan ke Singapura, bagi kebanyakan orang sudah tidak istimewa. Tapi bagi sebagian karyawan saya, Singapura adalah mimpi yang teramat berharga. Begitu inginnya mereka ke Singapura, sampai-sampai ada yang sulit tidur berhari-hari. Ada juga yang menginap di kantor, meski jadwal terbangnya masih keesokan paginya. 

 

Tahun depan, karyawan saya mengusulkan agar ada acara jalan-jalan lagi. Hongkong dan Thailand menjadi pilihan favorit mereka. Sebagian karyawan bahkan minta dipotong gajinya setiap bulan untuk tabungan uang sakunya.

 

Semoga terlaksana.

 

Joko Intarto, sebuah catatan pribadi

Follow me @intartojoko


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: