Catatan Murid Dahlan

Beranda » Yang Ringan Yang Lucu » Untung…

Untung…

intartosaja@gmail.com

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya

Dahlan dalam sampul buku

Dahlan dalam sampul buku

Listrik di Kelapa Gading, Jakarta Utara, hari ini  padam lagi. Tiga jam tanpa listrik membuat semua penguninya gelisah. Lampu tidak menyala, kulkas mati. Udara menjadi gerah tanpa air conditioner.  Untung listrik mati saat hari libur.

Seminggu yang lalu, listrik di Kelapa Gading juga mati. Hampir lima jam lamanya. Lebih parah dan lebih menyiksa, tentu saja.  Untung, listrik mati malam hari.

Untung, adalah cara menyikapi musibah atau saat apes. Di balik musibah, selalu ada hikmah. “Hikmah” inilah yang disikapi sebagai “keuntungan”. Listrik mati jelas menimbulkan kerugian dan kesusahan. Untung, listriknya mati malam hari. Coba kalau mati siang dan malam. Untung listrik mati saat hari libur. Bagaimana kalau mati pada hari kerja.

Listrik mati sebenarnya sesuatu yang biasa. Kerusakan jaringan, travo yang meledak atau terbakar, adalah kejadian yang sering diumumkan sebagai alasan. Tapi ada sebab luar biasa yang baru diumumkan oleh Dahlan Iskan: pembangkit PLN kehabisan bahan bakar!

Negeri ini memang sungguh aneh sekaligus menggelikan. Penyebab berbagai persoalan, sering kali amat telanjang. Solusinya pun jelas terpampang. Tapi begitu sulitnya persoalan diselesaikan. Birokrasi dan politik! Inilah yang menjadi biang.

Selama belum ada pasokan gas yang cukup, listrik akan terus-terusan dalam kondisi hidup dan padam. Sudah bertahun-tahun kondisi ini berlangsung. Bahkan di Kalimantan dan Papua yang menjadi pusat industri gas alam, listrik padam sudah seperti langganan.

Dahlan Iskan menjadi pemimpin PLN yang sangat berani mengambil keputusan berisiko tinggi. Agar listrik tidak bolak-balik padam, BBM solar adalah pilihan.

Hasilnya: listrik aman, tapi Dahlan panen kecaman. Effendi Simbolon dengan angkuhnya mengadili Dahlan saat Rapat Dengar Pendapat di Senayan. Hakim paling galak sekalipun, tidak ada apa-apanya dibanding gaya politisi yang baru saja keok dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara itu.

Minggu lalu, terjadi demo massa di sebuah kota di Kalimantan. Masyarakat mengamuk dan merusak sebuah kantor pemerintah. Masyarakat sudah lelah dengan kondisi listrik yang kembali hidup dan padam.

Beberapa hari sebelumnya, saya membaca keluhan seorang warga Kalimantan. Warga mengusulkan agar PLN di Kalimantan dibekukan saja, karena sudah terlalu sering listrik mati dan padam. “Saya sudah perintahkan PLN agar tidak takut bakar BBM!” jawab Dahlan melalui akun twitternya, @iskan_dahlan.

Untung, dulu PLN pernah dipimpin Dahlan Iskan. Karena keberaniannya, listrik di rumah saya menyala siang dan malam. Walau hanya sebentar, sepak terjang Dahlan di PLN, begitu membanggakan.

Indonesia butuh pemimpin yang berani membela kepentingan rakyat. Pemimpin yang tidak takut dihujat, dikecam, bahkan dinistakan oleh politisi Senayan.

Untung, calon pemimpin itu sudah ada!

Joko Intarto, sebuah pendapat pribadi

Follow me @intartojoko


8 Komentar

  1. mang encep mengatakan:

    Hahaha…. masih untung di urutan kedua, bukan nomor buncit. (Pilgub Sumut)

  2. diana mengatakan:

    Asli murid abah sejati. keren nulisnya…

  3. Idham Nurrakhman mengatakan:

    untung saya dapat ilmu dari bapak

  4. subedjo mengatakan:

    Untung nama saya bedjo dan untung lagi nemu blog ini.

  5. kutunet mengatakan:

    tang ting tung deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: