Saya, Murid Dahlan

Saya, Murid Dahlan
Saya, Murid Dahlan

Murid Dahlan.

Sebut saya begitu saja.

Saya berguru kepada Dahlan Iskan selama 20 tahun. Meski demikian, saya yakin Dahlan tidak pernah merasa bahwa saya adalah muridnya. Padahal, begitu banyak ilmu yang diturunkan kepada saya. Dari ilmu jurnalistik hingga manajemen. Dari ilmu pemasaran sampai politik.

Saya menyukai dunia jurnalistik sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Gara-gara ada teman sekelas yang artikelnya dimuat di majalah anak sekolah terbitan Semarang, saya terpacu untuk belajar bagaimana menulis artikel yang baik, yang membuat orang mendapat manfaat. Tentu saja, juga membuat dompet tambah tebal karena diterima penerbit.

Dua puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Berpindah-pindah bidang pekerjaan, dari wartawan ke manajemen penerbitan kemudian menangani pemasaran iklan dan manajemen televisi, membuat saya belajar berbagai hal yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Berbekal semua yang pernah diajarkan Dahlan Iskan, saya memulai langkah menuju kemandirian, dengan memutuskan pensiun dini pada usia 43 tahun, atau 7 tahun sebelum pensiun resmi.

Hari-hari ini, kesibukan saya adalah mengelola sebuah usaha rumah produksi, menjadi konsultan media dan mulai belajar strategi komunikasi dan media digital. Bidang terakhir ini, saya percayai sebagai masa depan komunikasi baru. Karena itu, suka tidak suka, mau tidak mau, saya harus belajar dan belajar lagi.

Itulah saya.

Murid Dahlan.

Lembaran baru

Iklan

41 pemikiran pada “Saya, Murid Dahlan

    1. jurnalistik tidak memandang profesi dan pendidikan. Jurnalistik adalah ilmu praktis utnuk berkomunikasi melalui media, dengan format text, foto, grafis, voice dan video. yang hebat sekarang adalah citizen journalism, karya jurnalistik dari orang-orang biasa. sebagian besar video youtube adalah karya jurnalistik orang biasa. program amazing video di TV juga karya orang biasa. Jadi, semangatlah belajar jurnalistik.

  1. arif novantadi

    Yts JTO. Terus terang, saya jadi banyak belajar kepada panjenengan. Setelah masuk Jawa Pos 15 April 1990 karena diajak Pak Dahlan yang terpesona nilai ijazahku yang ‘A’ (he heee…), saya mengajukan pensiun dini 15 Januari 2002. Saya belum belajar banyak dari beliau karena saat pensiun pun masih 39 tahun. Memang banyak ilmu kudapat, namun tidak sempat mencatat. Baca tulisan panjenengan, brain storming-ku jadi menguat. Ayo tetap semangat semakin rajin menulis, saya ikut merilis, agar apa pun bisnis jadi makin laris. Sukses for panjenengan.

  2. Dulu saya buka fb cuma lihat2 status teman dan foto2 yang di up-load…

    Sekarang, setiap hari gak pas rasanya kalau nggak buka fb…
    ya tulisan pak JTO yang saya cari dulu…

    Mau rasanya kalau bisa jadi murid pak DI
    seperti halnya pak JTO…

    Sebuah impian baru sudah lahir
    Belajar berkomunikasi lebih baik melalui jurnalistik

    Sukses untuk pak JTO
    Doa kesehatan dan keberkahan hidup selalu untuk pak DI…

    Allahummas sholliala Muhammad wa’ala ali Muhammad…
    amin Ya Rabbal alamiin…

  3. rendi

    Saya murid, Joko intarto

    Tak pernah terbayangkan saya mengenal, Joko Intarto yang banyak memberikan pengalaman di media, baik Ilmu jurnalistik sampai ke marketing, tidak terlalu lama hanya 2 tahun bekerja disitulah saya dapat menimba ilmu dari sosok Joko intarto.
    Sepertinya banyak ilmu yang saya curi dari beliau 🙂

    Rendi Jo

  4. Wachid

    bagus sekali mas dan bisa jadi insprirasi kita generasi muda dgn pengalaman dan tulisan2 sampeyan…saya penggemar Dahlan Iskan dari pertama kali Dahlan Iskan pegang Persebaya dengan Boneknya ( krn sy termasuk anggota bonek ) dan mulai skrg ini saya juga penggemar tulisan2 muridnya Dahlan Iskan

  5. farizi ilham

    maju terus pak JTO!!
    progress nya sangat nyata dan terus tumbuh!
    yang paling saya suka adalah, TOTALITAS bapak!
    dari post perdana di grup facebookers, sampai hari ini : menjadi Blog yang menurut saya luar biasa inspiratif dan hidup memiliki wadah tersendiri,
    salut pak!

  6. Evi Rinata

    Saya juga mau dong pak jadi murid bapak 🙂 Oya blog yang versi english ditunggu, Kalau perlu upload dimedia LN pak macam Newsweek, Washington Post, BBC dll, Biar pak Dahlan Iskan semakin mendunia.

  7. kirana

    Gak banyak komentar,yang pasti saya sangat menyukai tulisan bapak. Semoga menambah semangat untuk terus mencoretkan penanya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s